DPP GAPEMBI

Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia

Dewan Pimpinan Wilayah Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (DPW Gapembi) Sumatera Selatan resmi dilantik di Gedung Dharma Wanita Sriwijaya, Palembang, Rabu (11/2/2026).

MBG Telah Jangkau 60 Juta Penerima, Gapembi Sumsel Siap Perkuat Standar Gizi dan Keamanan Pangan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Dewan Pimpinan Wilayah Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (DPW Gapembi) Sumatera Selatan resmi dilantik di Gedung Dharma Wanita Sriwijaya, Palembang, Rabu (11/2/2026).

Pelantikan ini menegaskan peran pelaku usaha pangan dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi lokal berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Acara tersebut antara lain dihadiri Gubernur Sumatera Selatan, yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI yang diwakili Direktur Tata Kelola Pemenuhan Gizi BGN RI Prof Sitti Aida Adha Taridala, M.Si., Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN Dr. Harjito B.S.STP, M.Si. serta Ketua Umum Gapembi Alven Stony. Dalam acara tersebut, Tri Yulia Rizki Ananda, S.E., M.M. resmi dilantik sebagai Ketua DPW Gapembi Sumatera Selatan.

Dalam sambutannya, Sitti Aida menegaskan,  Program MBG telah menunjukkan implementasi yang masif dan berdampak luas bagi masyarakat. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat atau sekitar 70 persen dari total target nasional.

Menurut dia, capaian tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat kualitas gizi masyarakat sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

“Program MBG tidak hanya menitikberatkan pada kuantitas makanan, tetapi juga kualitas gizi. Makanan yang disediakan dirancang sebagai makanan sehat, aman, dan bergizi seimbang, memenuhi kebutuhan zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta zat gizi mikro berupa vitamin dan mineral,” ujar Sitti Aida.

Ia menambahkan, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) didorong memenuhi standar sanitasi dan higiene dapur, termasuk kepatuhan terhadap standar laik higiene sanitasi serta jaminan halal.

Hal itu dinilai penting untuk memastikan makanan yang disajikan aman, layak konsumsi, dan dapat dipercaya masyarakat.

Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN Harjito mengingatkan pentingnya kesiapan kelembagaan dan standar operasional dalam pelaksanaan program. Ia menekankan agar Gapembi bersama pemerintah daerah segera menyiapkan Standar Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Gapembi dan dinas kesehatan kabupaten/kota perlu segera menyiapkan SLHS sesuai dengan Keputusan Presiden dan Surat Edaran Menteri Kesehatan. Standar ini penting untuk memastikan seluruh proses pengolahan makanan dalam program MBG memenuhi aspek keamanan pangan dan kesehatan masyarakat,” kata Harjito.

Ketua Umum Gapembi Alven Stony menegaskan, Program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah. Menurut dia, implementasi program tersebut membuka peluang keterlibatan luas bagi pelaku UMKM, pengolah makanan, jasa katering, hingga distribusi pangan.

“Pelibatan UMKM menciptakan rantai pasok berbasis daerah, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat setempat,” ujar Alven.

Melalui pelantikan DPW Gapembi Sumatera Selatan di bawah kepemimpinan Tri Yulia Rizki Ananda, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mendukung keberhasilan Program MBG sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Sumber:

https://www.tribunnews.com/regional/7790139/mbg-telah-jangkau-60-juta-penerima-gapembi-sumsel-siap-perkuat-standar-gizi-dan-keamanan-pangan