DPP GAPEMBI

Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia

Kepala BGN Sudaryono (tengah), Gubernur Universitas RI Donny Ermawan Taufanto (kanan) dan Wakil Gubernur Universitas Yos Sunitiyoso (kanan) menyampaikan keterangan pers usai pelantikan pejabat baru di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono menjadi Kepala BGN menggantikan Nanik Sudaryati Deyang dan melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas RI serta Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur Universitas RI.

Kepala BGN Berganti, Gapembi Minta Mitra MBG Dilibatkan dalam Kebijakan

JAKARTA, KOMPAS.com – Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi Indonesia (Gapembi) menyambut penunjukan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Gapembi menilai pergantian kepemimpinan tersebut menjadi momentum untuk melakukan revitalisasi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dengan para mitra penyelenggara program.

Pergantian kepala BGN berlangsung setelah sehari sebelumnya BGN melalui Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari memperkenalkan lima pejabat tinggi madya baru yang akan mengisi sejumlah jabatan strategis, mulai dari Sekretaris Utama hingga beberapa deputi.

Ketua Umum DPP Gapembi Alven Stony mengatakan, perubahan kepemimpinan di BGN seharusnya tidak hanya dipandang sebagai pergantian figur, tetapi juga menjadi awal perubahan dalam pengelolaan Program MBG. “Momentum ini harus dimanfaatkan untuk merombak secara total tata kelola MBG. Yang dibutuhkan bukan hanya wajah-wajah baru, tetapi juga cara kerja baru yang lebih terbuka, profesional, dan menjadikan para mitra sebagai mitra yang sesungguhnya,” kata Alven dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2026).

Menurut Alven, selama ini mitra penyelenggara MBG masih kerap diposisikan sebatas pelaksana di lapangan, padahal mereka memiliki peran penting dalam keberhasilan program tersebut. “Ke depan, mitra harus ditempatkan pada posisi yang sejajar. Jangan hanya dicari ketika program membutuhkan dukungan, tetapi diabaikan ketika pemerintah hendak mengambil keputusan strategis yang berdampak luas terhadap keberlangsungan usaha para mitra,” ujarnya.

Ia menilai setiap kebijakan strategis yang berkaitan dengan pola kemitraan, sistem pembayaran, perubahan regulasi, maupun penataan kelembagaan seharusnya dikomunikasikan terlebih dahulu kepada para mitra. Lihat Foto Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat ditemui awak media, di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

“Setiap keputusan strategis harus dibicarakan bersama. Mitra yang terdampak harus diajak berdialog sebelum kebijakan diputuskan, bukan setelah persoalan muncul,” kata Alven. Harap komunikasi dengan mitra diperkuat Ketua DPD Gapembi Jawa Barat Heri Sukasah Sulaeman juga menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru BGN mampu memperbaiki tata kelola Program MBG serta meningkatkan komunikasi dengan para mitra di daerah.

“Kami menyambut positif penunjukan Bapak Sudaryono sebagai Kepala BGN. Kami berharap kepemimpinan beliau mampu memperkuat koordinasi pusat dan daerah serta membuka ruang dialog yang lebih luas dengan para mitra sehingga setiap persoalan di lapangan dapat diselesaikan secara cepat dan bijaksana,” ujar Heri.

Sementara itu, Sekretaris DPD Gapembi Jambi Chandra Andika menilai pengalaman Sudaryono di pemerintahan dapat menjadi modal untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat dalam pelaksanaan Program MBG. “Kami optimistis kepemimpinan Mas Dar akan mampu membangun sinergi yang positif dengan seluruh stakeholder, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra penyelenggara, pelaku usaha, maupun masyarakat. Program sebesar MBG hanya akan berhasil apabila seluruh pemangku kepentingan dilibatkan sebagai satu tim yang saling menguatkan,” kata Chandra.

Menurut dia, kepemimpinan baru BGN juga akan menghadapi tantangan dalam membenahi tata kelola internal sekaligus menjawab berbagai kritik terhadap Program MBG yang berkembang di ruang publik. Adapun Alven menambahkan, penguatan kemitraan menjadi salah satu aspek penting karena Program MBG menghadapi berbagai tantangan.

Menurut dia, selain adanya kelompok masyarakat sipil yang mengajukan uji materi terhadap program tersebut hingga Mahkamah Konstitusi, pemerintah juga menghadapi dinamika opini di ruang digital. “Tidak sedikit kelompok yang menggunakan akun-akun anonim untuk mengamplifikasi narasi negatif dan menyerang berbagai kebijakan Presiden Prabowo yang berpihak kepada rakyat. Di saat yang sama, pemerintah juga harus menghadapi berbagai kepentingan besar yang tidak selalu sejalan dengan agenda pembangunan nasional,” ujarnya.

Gapembi berharap kepemimpinan baru di BGN dapat menghadirkan tata kelola yang lebih transparan, akuntabel, dan kolaboratif. “Gapembi tetap berkomitmen mendukung penuh keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi besar bagi masa depan generasi Indonesia. Dukungan itu akan semakin kuat apabila dibangun di atas fondasi kemitraan yang sehat, saling menghormati, terbuka, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam setiap pengambilan keputusan strategis,” tutur Alven.

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/07/23/093424326/kepala-bgn-berganti-gapembi-minta-mitra-mbg-dilibatkan-dalam-kebijakan.