DPP GAPEMBI

Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia

Rapat Koordinasi Optimalisasi Kemitraan UMKM dan KDMP sebagai Mitra SPPG (FOTO: Arya/Kabarsembada)

Ramadan, GAPEMBI DIY Perkuat Rantai Pasok Program Makan Bergizi Gratis

KABARSEMBADA.COM, SLEMAN – Bulan Ramadan menjadi momentum bagi Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Daerah Istimewa Yogyakarta untuk memperkuat rantai pasok pangan dalam mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, GAPEMBI mendorong keterlibatan UMKM agar berperan aktif dalam penyediaan bahan pangan berkualitas.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua DPW GAPEMBI DIY, Nurcholis Surahman, seusai Rapat Koordinasi Optimalisasi Kemitraan UMKM dan KDMP sebagai Mitra SPPG yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (10/2/2026).

Forum ini dinilai menjadi langkah strategis menyatukan kesiapan pelaku usaha dan pemerintah dalam menyukseskan program prioritas nasional.

“Melalui sinergi ini, GAPEMBI siap menjadi mitra pemerintah dalam memastikan rantai pasok bahan pangan berjalan lancar, terutama selama Ramadan,” ujarnya.

UMKM Didorong Naik Kelas Lewat Kemitraan

Dalam rapat koordinasi tersebut, GAPEMBI menegaskan pentingnya peran UMKM dan masyarakat lokal dalam menopang dapur-dapur penyedia makanan bergizi. Rantai pasok yang tertata dinilai tidak hanya menjamin ketersediaan bahan pangan, tetapi juga menjaga kualitas serta stabilitas harga.

Nurcholis menyebutkan, keterlibatan UMKM dalam program MBG diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. “Program ini tidak sekadar memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi lokal,” katanya.

Adaptasi Wilayah dan Pengawasan Kualitas

Selain penguatan kemitraan, GAPEMBI mendorong pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar menyesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing. Penyesuaian ini diperlukan agar implementasi MBG berjalan efektif dan tepat sasaran.

GAPEMBI juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dapur sebagai bagian dari pengawasan mutu pangan. Menurutnya, lingkungan yang bersih dan sehat akan berdampak langsung pada kualitas produksi hingga distribusi makanan.

Saat ini, di Kabupaten Sleman tercatat 113 mitra dapur yang telah aktif beroperasi. Secara keseluruhan, jumlah mitra GAPEMBI di DIY mencapai lebih dari 500 dapur. Dengan dukungan tersebut, GAPEMBI optimistis pelaksanaan MBG dapat berjalan berkelanjutan, meskipun evaluasi menu tetap dilakukan untuk menyesuaikan standar gizi dan keamanan pangan.

“Kami memahami tidak semua menu sesuai selera penerima manfaat. Namun, komitmen kami adalah memberikan layanan terbaik dengan tetap mengedepankan nilai gizi,” paparnya. (*).

Sumber:

https://kabarsembada.com/gapembi-diy/