DPP GAPEMBI

Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia

Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan dalam MBG Outlook di Jakarta, Rabu (14/1/2026)

BGN Dorong Pengusaha Penuhi Kebutuhan Bahan Baku MBG

Jakarta (ANTARA) – Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong kalangan pengusaha untuk terlibat aktif dalam pemenuhan kebutuhan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seiring dengan pesatnya ekspansi program tersebut di seluruh Indonesia.

Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan dalam MBG Outlook di Jakarta, Rabu menyatakan bahwa tantangan terbesar ke depan adalah memastikan ketersediaan bahan pangan dalam jumlah besar tanpa memicu inflasi.

“Mengingat nanti kebutuhan berasnya bisa sampai 3 juta ton per tahun, kebutuhan sayur itu rata-rata akan 6 ton per bulan per satu dapur. Jadi besar sekali,” ucap dia.

Jumlah kebutuhan bahan baku yang masif tersebut, lanjut dia dikarenakan program MBG mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan dalam waktu singkat.

Pada Januari 2025, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih berada di angka 190 unit, dengan proses perekrutan yang tidak mudah.

Namun, setelah berbagai inovasi dan kerja sama lintas institusi dilakukan, jumlah SPPG melonjak tajam. Hingga per 8 Januari 2026, jumlah SPPG telah mencapai 19.198 unit atau tumbuh hampir 100 kali lipat dibandingkan awal pelaksanaan program.

Lonjakan tersebut juga berdampak pada jumlah penerima manfaat. Jika pada tahap awal penerima manfaat hanya sekitar 400 ribu orang dari 100 dapur, kini program MBG telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Pihaknya menargetkan jumlah SPPG akan mencapai 32 ribu unit hingga April 2026, dengan total penerima manfaat sekitar 82,9 juta orang.

Lebih lanjut, ia menyampaikan program MBG sendiri telah mendapatkan persetujuan anggaran sebesar Rp268 triliun. Meski demikian, Tigor tidak menutup kemungkinan adanya tambahan anggaran belanja tambahan (ABT) apabila kebutuhan program terus meningkat.

Dalam pelaksanaannya, BGN menaruh perhatian besar pada tiga aspek utama, yakni ketersediaan infrastruktur SPPG, sumber daya manusia, serta pendanaan untuk pembelian bahan pangan. Saat ini, sebagian besar infrastruktur SPPG dibangun secara mandiri oleh masyarakat dan pengusaha.

Untuk mendorong partisipasi pengusaha, BGN memberikan insentif sebesar Rp6 juta per hari atau sekitar Rp144 juta per bulan selama dua tahun. Insentif tersebut diharapkan mampu menarik minat dunia usaha untuk membangun dan mengelola infrastruktur SPPG secara berkelanjutan.

Sumber:

https://m.antaranews.com/amp/berita/5352205/bgn-dorong-pengusaha-penuhi-kebutuhan-bahan-baku-mbg